JAKARTA - Aplikasi Flightradar 24 telah berhasil merekam jejak rute terbang pesawat Lion Air dengan kode JT610. Pesawat tersebut jatuh di Tanjung Karawang setelah hilang kontak sekira pukul 06.31 WIB.

Lebih lanjut, Flightradar24 pun membagikan jejak peswat sebelum hilang kontak dalam blog resmi mereka. Menurut pihaknya, penerbangan Lion Air JT610 berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada pukul 06.20 WIB (23.20 UT) pada 29 Oktober 2018.
We have processed the granular ADS-B data received from #JT610. Last signal was received at 23:31:56.030 UTC from -5.81346, 107.12698 at 425 ft AMSL. Final ADS-B data received from the aircraft indicates a high rate of descent.
— Flightradar24 (@flightradar24) October 29, 2018
Data and context: https://t.co/QCUucGKVHr pic.twitter.com/bKoeAssrwE
Baca Juga: Temuan Ponsel 'Terkoyak' di Antara Serpihan Lion Air JT610
Kemudian kehilangan kontak segera setelah keberangkatan sekira pukul 06.31 (23.31 UTC) atau 11 menit setelah landas.
Flightradar24 menerima pesan ADS-B terakhir dari pesawat di 23:31:56 UTC di ketinggian 425 kaki AMSL. Selain itu, aplikasi juga mencatat bahwa pesawat dioperasikan dengan nomor registrasi Boeing 737 MAX 8 PK-LQP.

Baca Juga: Pesawat Lion Air Jatuh, Tagar #Pray4JT610 Ramai di Twitter
Selain itu, pihaknya juga mencatat jika pesawat tersebut baru berumur dua bulang yang lalu dan memasuki layananan dengan maskapai penerbangan pada 18 Agustus yang didukung dua mesin CFM LEAP-1B.
(Ahmad Luthfi)