Meski Smart City mengusung konsep open data, menurut Associate Consultant of IDC Indonesia, Muhammad Kamil Yunus, bukan berarti bahwa konsep ini lebih rentan terkena serangan siber.
Baca juga: Hadapi Black Market, Xiaomi Akan Ambil Langkah Tegas
"Yang harus diketahui adalah kebijakannya, tidak semena-mena orang bisa ambil data. Dan IoT itu bukan sensor terus masuk data. Ada step-step-nya, dan satu di antaranya adalah security. Jadi, security ini memang yang paling penting," ujar Kamil.
Saat ini, Setiaji mengatakan, Jakarta Smart City memiliki sekitar 3.000 data yang dibuka ke publik melalui website jakarta.go.id. Data tersebut meliputi 10 sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi.
(Ahmad Luthfi)