JAKARTA - Hujan meteor Delta Aquariid memiliki luas yang maksimum dan menghasilkan meteor sepanjang akhir Juli dan awal Agustus ini. Peristiwa tersebut terjadi bersamaan dengan hujan meteor Perseid yang lebih terkenal.
Melansir Earthsky, Jumat (27/7/2018), puncak meteor Perseid terjadi tahun ini pada pagi hari, 12 dan 13 Agustus. Sementara Delta Aquariid berasal dari Skat Bintang yang juga dikenal dengan nama Yunani Delta Aquariid. Benda langit ini merupakan meteor yang berasal dari titik terdekat dengan bintang.
Skat bukan merupakan bintang terang. Ia berada di peringkat ketiga di konstelasi Aquarius The Water Bearer. Namun, Anda dapat melihat bintang ini jika berada di belahan Bumi utara, dan diperlukan pandangan yang baik ke arah selatan.
Skat atau Delta Aquariid tampak sangat terang di langit yang sangat gelap. Dekat dengan sky dome yang merupakan bintang yang sangat terang. Jika Anda dapat melihat Great Square of Pegasus dan Fomalhaut, akan membantu Anda untuk menemukan Skat.

Tentu saja, pada faktanya, meteor Delta Aquariid tidak ada hubungannya dengan bintang Skat. Meteor membakar sekira 60 mil (100 km) di atas permukaan Bumi. Cahaya Skat terbentuk sekira 160 tahun.
Baca juga: Ini Dampak Gerhana Bulan Total 28 Juli terhadap Bumi