JAKARTA - Facebook terus melakukan upayanya untuk meminta maaf kepada para penggunanya terhadap kasus kebocoran data yang terjadi kepada 50 juta penggunanya. Terbaru, CEO Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf di 10 koran Amerika dan Inggris.
Sayangnya, upaya mereka hingga saat ini belum membuahkan hasil. Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Reuters, ternyata tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Facebook terus menurun.
Mengutip dari laman The Verge, Reuters baru-baru ini melakukan survei terhadap 2.237 orang dewasa tentang kepercayaan mereka terhadap apakah Facebook akan patuh terhadap kebijakan pribadi data pemerintah.
Menurut survei mereka, tingkat kepercayaan pengguna terhadap Facebook hanya sebesar 51 persen saja. Meski begitu, platform ini lebih banyak dipakai pengguna jika dibandingkan dengan Twitter, Instagram, Pinterest, Tumblr, Snapchat, atau Google+.
Baca juga: 4 Cara Amankan Akun Facebook Sebelum Pertimbangkan Menghapus Akun
Reuters juga menyebutkan bahwa 41 persen orang Amerika mempercayai Facebook sampai batas tertentu untuk mematuhi hukum yang melindungi privasi data pengguna. Amazon memiliki skor kepercayaan tertinggi di 66 persen, diikuti oleh Google pada 62 persen, Microsoft pada 60 persen, dan Yahoo di 47 persen.
Baca juga: Diam-Diam Facebook Ternyata Simpan Data Log Telp Sejak 2015
Jika dibandingkan survei internal The Verge tahun lalu, jumlah ini bisa dibilang konsisten. Pasalnya saat mereka melakukan survei terhadap 1.520 responden, 30 persen menjawab agak atau sangat tidak mempercayai Facebook atas data pribadi mereka. (chn)
(Ahmad Luthfi)