Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Batu Bisa Tumbuh seperti Makhluk Hidup?

Qonita Chairunnisa , Jurnalis-Selasa, 09 Januari 2018 |10:03 WIB
Apakah Batu Bisa Tumbuh seperti Makhluk Hidup?
(Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Seperti makhluk hidup lainnya, batu juga bertumbuh besar dan bertambah kuat. Namun, pertumbuhan batu membutuhkan ribuan bahkan jutaan tahun.

Batu adalah kumpulan mineral. Mineral merupakan kristal tunggal yang terdiri dari unsur-unsur seperti silikon, oksigen dan karbon.

John Brady, seorang profesor geologi di Smith College di Northampton, Massachusetts mengatakan bahwa mineral akan menjadi batu saat terdapat banyak kristal, entah batu itu terdiri dari berbagai jenis mineral berbeda ataupun sama.

Anda bisa menemukan batu yang tumbuh lebih tinggi dan besar di gua dan sumber air panas. Di gua, bebatuan tumbuh karena terdapat air mengalir di sepanjang dinding atau menetes dari langit-langit sehingga meninggalkan mineral dan menumbuhkan batu, kata Cory BlackEagle, seorang ahli geologi di University of Kentucky di Lexington dan ketua Geological Society of America's Karst Division.

Baca juga: Disangka Pesawat Alien, Ternyata Objek Ini Batu Luar Angkasa

Batuan metamorf – yang telah dipanaskan, mendapat tekanan atau keduanya – dapat tumbuh lebih kuat (sulit dipecah) dan lebih berat. Batuan metamorf adalah satu dari tiga jenis batuan utama, dua lainnya adalah batuan beku dan sedimen.

Mineral dalam batuan asli dapat berubah dari panas dan tekanan (dan terkadang mineral baru juga tumbuh). Batu metamorf mendapat kekuatan ketika panas dan tekanan membuat mineral mengikatnya lebih rapat.

Baca juga: Tahukah Anda, Buaya Telan Batu untuk Berenang?

Kepadatan batu juga meningkat jika mengalami tekanan, itulah yang menyebabkan sepotong batu metamorf terasa lebih berat dari batu asli dengan ukuran yang sama.

Di sebagian wilayah dunia, tampaknya tanah memiliki lebih banyak menghasilkan batu daripada menumbuhkan tanaman.

"Saya memiliki seorang induk semang yang mengira kebunnya tumbuh bebatuan. Ia mengambil batu-batu itu setiap musim semi, dan akan terdapat lebih banyak batu di musim semi berikutnya,” kata Brady, dikutip dari Live Science.

Yang terjadi sebenarnya, yaitu terdapat beberapa faktor yang menyebabkan bebatuan muncul dari bawah tanah, seperti pembengkakan tanah ke permukaan, erosi lambat, atau pergantian tanah. Seiring waktu, efek tersebut akan mengaduk tanah dan mendorong bebatuan di bawah naik ke permukaan.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement