Mereka mengamati prosesnya dengan sistem kamera berkecepatan tinggi. Dengan mengandalkan kecepatan tetesan hujan, dan sifat-sifat tanah, awan dari ratusan tetesan aerosol dapat terpencar hanya dalam beberapa mikrodetik.
Fenomena ini paling sering terjadi selama hujan ringan dan sedang, sementara aerosol jauh lebih sedikit dilepaskan saat hujan deras. Para ilmuwan telah lama mengamati bahwa tetesan air hujan dapat menjebak dan melepaskan aerosol saat terjatuh di air, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka menyaksikan proses yang terjadi di tanah.
“Penelitian baru ini membahas formasi aerosol akibat gelembung dari laut ke darat," kata James Bird, asisten profesor teknik mesin di Universitas Boston, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Para peneliti menganggap aerosol tidak hanya menyebarkan unsur aromatik yang nyata, tetapi juga kontaminan tertentu, seperti virus dan bakteri tanah. Demikian dilansir dari Live Science, Kamis (21/12/2017).
(Ahmad Luthfi)