JAKARTA - Menurut penelitian baru, ketika ada banyak hal yang terjadi dan otak menegang dengan beban kognitif, manusia lebih bergantung pada telinga kanan untuk memproses dan menyimpan informasi audio.
Ini disebut keunggulan telinga kanan dichotic. Fenomena ini pertama kali dijelaskan pada 1967. Sebuah penelitian pada 1974 menemukan bahwa meningkatnya kesulitan mendengar, meningkatkan pula keunggulan telinga kanan.
Tes pendengaran dichotic juga dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis gangguan proses pendengaran dan memahami gangguan yang menghasilkan halusinasi pendengaran, seperti skizofrenia.
Baca juga: Berapa Lama Manusia Mampu Bertahan Tanpa Air?
Tes semacam itu melibatkan pemberian dua aliran informasi audio yang berbeda melalui headphone ke masing-masing telinga. Audionya biasanya merupakan pidato, suara yang membacakan kalimat atau angka, dan tesnya adalah untuk fokus pada masing-masing telinga, atau kedua telinga, dan mengulang kembali kata-katanya.