Advertisement
Advertisement

Terancam Didepak Apple, Saham Qualcomm Menyusut

Lely Maulida , Jurnalis-Rabu, 01 November 2017 |11:34 WIB
Terancam Didepak Apple, Saham Qualcomm Menyusut
(Foto: Reuters)
A
A
A

CALIFORNIA – Apple baru-baru ini dirumorkan tak akan lagi menggunakan chip Qualcomm untuk iPhone dan iPad 2018. Kabar ini rupanya berdampak cukup besar bagi Qualcomm.

Saham Qualcomm seketika menyusut 8% pada Selasa, (30/10) waktu setempat menyusul laporan itu.

Qualcomm telah lama menjadi pemasok komponen Apple selama bertahun-tahun, namun kemitraan tersebut merenggang bahkan memburuk di awal tahun ini ketika Apple menuduh Qualcomm membebankan biaya yang berlebihan untuk chip dan menolak membayar dana sebesar USD1 miliar.

Perubahan kemitraan itu jika benar-benar terjadi akan mempengaruhi iPhone yang dirilis pada musim gugur 2018. Meski begitu, Apple sendiri masih mungkin mengubah pertimbangannya, seperti disampaikan sumber yang dikutip Reuters.

Disisi lain saham Intel menurut para analis akan sangat diuntungkan jika Apple beralih ke vendor lain. Saham Intel dalam waktu yang sama merangkak 3,2% dan mencapai level tertinggi selama 17 tahun pada Selasa (31/10) waktu setempat.

Sementara itu sejumlah analis lainnya mempertanyakan kebijakan Apple beralih dari salah satu vendor lamanya disaat perusahaan harus mendorong kembali peluncuran flagship iPhone X karena kendala teknologi.

“Meski modem baru Intel mendukung CDMA, ini akan menjadi perangkat CDMA generasi pertama mereka, yang membawa risiko inheren,” kata analis Raymond James, Chris Caso kepada Reuters.

Analis lain dari Baird Equity's, Tristan Gerra mengatakan bahwa pangsa chip modem Intel di iPhone bisa mendekati 100% dalam dua tahun ke depan. Untuk saat ini, Intel sendiri hanya memiliki pangsa kurang dari 50%.

“Keberpihakan akan jelas jika Apple memutuskan untuk mendepak Qualcomm, tapi ini akan menjadi langkah yang berpotensi mengubah permainan,” kata Daniel Ives, analis dari GBH Insights. Demikian dilansir Reuters, Rabu (1/11/2017). (lnm).

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement