JAKARTA - Seperti ruang angkasa, laut paling dalam juga menyimpan beragam misteri yang belum sepenuhnya banyak diketahui. Selain karena jaraknya yang jauh, laut dalam juga menyimpan risiko yang dapat membahayakan penyelam.
Meski demikian, saat ini misteri mengenai kehidupan di laut dalam perlahan terkuak. Di sana diketahui menjadi tempat hidup bagi hewan-hewan yang memiliki ‘tampang’ seram. Sebagaimana dikutip dari Buzfeed, Selasa (5/9/2017), berikut ini di antaranya.
Fangtooth Fish
Fangtooth fish merupakan salah satu ikan yang hidup di perairan dalam yang pernah ditemukan. Habitat dari hewan ini ialah di kedalaman 5.000 meter dari atas permukaan laut. Di sana tekanannya 500 kali lebih tinggi daripada di daratan. Dengan demikian penyelaman ke habitat ikan ini akan membahayakan nyawa manusia.
Meski hanya memiliki panjang tubuh sekira 15 cm, namun gigi di mulutnya cukup panjang dan runcing dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.
Pacific Viperfish
Ikan ini memiliki wujud yang cukup menyeramkan. Ia tampak memiliki tubuh berwarna hitam dan memanjang. Tak hanya itu, Pacific Viperfish juga memiliki gigi yang panjang serta mulut yang lebar. Pacific Viperfish hidup di kedalaman 4.500 meter dari atas permukaan laut.
Humpback Anglerfish
Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan nama ikan satu ini. Anglerfish memiliki tampilan yang cukup khas yakni adanya bola lampu di bagian kepala. Ikan ini hidup di kedalaman 2.000 meter dari atas permukaan laut.
Stargazer Fish
Ikan ini memiliki kebiasaan unik yakni menguburkan dirinya ke dalam pasir. Stargazer akan menunggu mangsanya untuk mendekat, dan dengan sigap memakannya. Karena kebiasaannya itu, ia pun memiliki wajah yang cenderung menghadap ke atas.
Goblin Shark
Dari jenis hiu yang ada, Goblin bisa jadi yang memiliki wajah paling seram. Ia memiliki panjang tubuh yang dapat mencapai 3,5 meter. Gigi hiu Goblin berbeda dengan gigi hiu putih.
Ia memiliki gigi yang kecil namun lebih runcing. Selain itu, moncongnya tampak lebih panjang dari hiu-hiu lain. Hiu Goblin hidup di kedalaman 1.300 meter dari atas permukaan laut.
(Kemas Irawan Nurrachman)