Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Volkswagen Takut Bawa Mobil Bermesin Diesel ke Indonesia, Ini Sebabnya

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Rabu, 23 Agustus 2017 |09:14 WIB
Volkswagen Takut Bawa Mobil Bermesin Diesel ke Indonesia, Ini Sebabnya
Mesin Tiguan diesel (Autocar)
A
A
A

JAKARTA - PT Garuda Mataram Motor (GMM) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Volkswagen (VW) di Indonesia baru saja meluncurkan Tiguan terbaru. Di pasar global Tiguan generasi kedua itu memiliki dua pilihan mesin yaitu bensin dan diesel. Khusus pasar Indonesia GMM hanya membawa mesin bensin saja tanpa menawarkan yang diesel. Kualitas bahan bakar solar yang ada di Indonesia menjadi penyebab GMM bersikeras tidak mau memasukkan model dengan mesin diesel.

"Mobil mesin diesel enggak berani bawa masuk karena kondisi kita punya solar buruk. Masalahnya kalau kami bawa masuk yang diesel, sekali kena injektornya harga gantinya mahal sekali. Karena partikelnya 0,0 sekian mikron. Misalkan ada debu saja nyangkut di injektornya itu akan merusak semuanya," kata Chief Operating Officer (COO) GMM, Jonas Cendana, belum lama ini.

(Baca juga: Naik Kelas, Kini VW Tiguan Bukan Lawan Honda CR-V Lagi)

Pemerintah sudah menerbitkan aturan standar emisi Euro4 untuk mesin diesel. Aturan itu akan berlaku efektif 4 tahun sejak Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20/Setjen/Kum.1/3/2017 ditandatangani yakni terhitung sejak 10 Maret 2017.

Meski nantinya peraturan tersebut sudah berlaku, kata Jonas, pihaknya tetap tidak akan membawa mobil bermesin diesel ke Indonesia.

"Kalau dibilang Euro4 diterbitkan kembali lagi ke pelaku penyedia bahan bakar, benar atau tidak kandungan oktan di dalam bahan bakar tersebut. Tetapi tentunya kita juga harus teliti karena kalau oktannya tidak mendukung efeknya cukup dalam ke mobil kita," imbuh Jonas.

Mobil VW yang sudah bereda di Indonesia sudah memiliki standar emisi Euro4. Oleh karena itu pemilik kendaraan disarankan untuk menggunakan bahan bakar minyak oktan 98.

"Kita arahkan begini pokoknya pakai BBM yang oktannya 98. Tapi yang kami takutin adalah kalau stasiun pengisian bahan bakar bandel, salah-salahnya nilai oktan tidak sesuai dengan yang sebenarnya," tukas Jonas.

(Baca juga: Volkswagen Berencana Suntik Mati Mesin Diesel)

Selain VW, ada beberapa APM lainnya yang juga menolak untuk membawa mobil diesel, yaitu Mazda dan Honda. (san)

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement