Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Subhanallah, Alquran dan Sains Jelaskan Akhir Kehidupan Bulan pada Hari Kiamat

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Selasa, 08 Agustus 2017 |06:01 WIB
<i>Subhanallah</i>, Alquran dan Sains Jelaskan Akhir Kehidupan Bulan pada Hari Kiamat
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

Adapun kalimat ‘wa khasaf al-qamar’ pada ayat di atas berarti bahwa bulan kehilangan cahayanya. Perlu diperhatikan bahwa pada ayat di atas, pernyataan ‘bulan kehilangan cahayanya’ diungkapkan sebelum pernyataan ‘lalu matahari dan bulan dikumpulkan’.

Baca juga: Bulan Awalnya Bersinar Kemudian Mati dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Hal tersebut menunjukkan bahwa hilangnya cahaya bulan terjadi sebelum dikumpulkannya bulan dengan matahari. Hal ini merupakan salah satu kemukjizatan ilmiah Alquran di bidang astronomi.

Para pakar mengatakan bahwa ketika bulan menjauhi bumi, pantulan cahaya matahari di bulan akan melemah secara perlahan-lahan hingga benar-benar sirna. Inilah arti dari hilangnya cahaya Bulan.

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu," Surah Ar-Ra’d Ayat 2.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement