Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siap-Siap! Saksikan Pemandangan Menakjubkan di Langit Bulan Ini

Riani Angel Agustine , Jurnalis-Jum'at, 04 Agustus 2017 |00:03 WIB
Siap-Siap! Saksikan Pemandangan Menakjubkan di Langit Bulan Ini
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON - Jika Anda bukan seorang Astronom atau peneliti angkasa, pada bulan ini Anda akan menikmati pemandangan langit. Pasalnya pada 11 dan 12 Agustus, masyarakat dunia diharapkan dapat menyaksikan gerhana matahari.

Dikutip dari Sciencealert.com, Kamis (3/8/2017), selain bisa melihat gerhana matahari, Anda juga akan melihat hujan meteor tahunan yang paling banyak ditonton. Setiap tahun, Bumi melewati awan debu dan batu yang ditinggalkan oleh Komet Swift-Tuttle.

Baca juga: Catat! Gerhana Bulan Akan Terjadi di Langit Indonesia pada 7-8 Agustus 2017

Komet Swift-Tuttle (yang secara formal ditunjuk 109P / Swift-Tuttle) adalah komet periodik dengan periode orbit (osculating) arus 133 tahun. Komet Swift-Tuttle terlihat terakhir kali di atmosfer Bumi pada 1992 dan diperkirakan akan melintas lagi pada 2125.

Saat jejak debu komet yang menghantam atmosfer Bumi, akan terlihat cahaya spektakuler seperti bintang jatuh. Ekor meteor tersebut nantinya diperkirakan akan mengarah pada belahan Bumi utara Perseus, itulah sebabnya acara meteor jatuh tersebut diberi nama meteor Perseid.


Baca juga: Langka! Gerhana Matahari Total 2017, Anda Bisa Melihat Korona Matahari

Perseid sendiri merupakan suatu rasi bintang di belahan utara, melambangkan pahlawan Yunani Kuno yang melawan Medusa. Rasi ini adalah salah satu rasi dari 48 rasi bintang Ptolemy dan juga satu dari 88 rasi bintang modern.

Meskipun bukan satu-satunya pertunjukan di kota, Perseid biasanya dianggap sebagai yang terbaik. Sebagian besar pengamat langit bisa melihat sekira 80 meteor per jam di seluruh langit.

Baca juga: Begini Proses Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement