JAKARTA - Honda Scoopy terbaru menjadi bintang di Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2017. Selama sepekan pameran, penjualannya mengalahkan skuter matik (skutik) BeAT yang selama ini selalu mendominasi.
Honda Scoopy mendominasi penjualan yakni antara 35-40 persen dari total keseluruhan. Disusul kemudian dengan BeAT. Lalu, apa yang menyebabkan skutik stylish ini tiba-tiba mendominasi?
Head of Marketing Wahana Makmur Sejati (WMS), Ario, mengatakan, keterbatasan produksi bisa menjadi penyebab utamanya. Hal ini dikarenakan Scoopy tidak diproduksi dalam jumlah besar mengingat pasarnya yang tidak besar.
"Produksinya terbatas, karena memang demand-nya tinggi. Sekarang produk ini acceptance-nya sangat baik. Dari dulu, dari pertama, produksi Scoopy kan memang tidak pernah banyak. Karena marketnya tidak besar, segitu-segitu saja. Kalau (produksi) diperbanyak nanti demand-nya semu," terangnya.
Ia menambahkan, penjualan Scoopy di Jakarta dan Tangerang stabil di angka 2.000 unit per bulan. Dengan adanya produk baru, permintaannya naik menjadi 2.500-3.000 unit. Sementara pasokannya hanya 2.000-2.500 unit.
"Seperti di Jakarta (penjualan) dulu dari cuma 2.000-an sekarang bisa lebih 3.000 unit per bulan. Itu pun pencapain (pasokan) sekarang baru 2.000-2.500. Makanya indennya masih jalan terus," cetusnya.
Meski demikian, lanjut dia, di sisi lain hal ini menimbulkan dampak positif bagi Scoopy itu sendiri. Jika skutik dengan desain yang khas itu mudah didapat, maka image-nya bisa saja turun.
"Jangan juga sampai Scoopy dibikin banjir supaya image-nya tetap baik. Biasa lah barang semakin banyak image seperti barang dorongan,” pungkasnya.
Scoopy terbaru untuk di Jakarta dan Tangerang inden maksimal sebulan. Wahana masih harus mengantarkan pemesanan 1.500 skutik ini ke konsumen. Karena itu, Ario memastikan bahwa masyarakat yang memesan Scoopy dalam sepekan terakhir belum akan bisa menggunakannya pada Lebaran.
All new Scoopy diluncurkan pada Maret 2017. Skutik ini sudah menggunakan LED projector yang terintegrasi dengan lampu sein. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang memiliki pelek 14 inci, Scoopy terbaru menggunakan 12 inci. Beberapa fitur terbaru yang dipasangkan di antaranya panel meter elektrik LCD yang menampilkan odometer, indikator bahan bakar, serta ECO. Ada pula anti-theft alarm yang dilengkapi dengan answer back system untuk menghindari pencurian serta memudahkan mencari lokasi parkir. Ada juga power charger baru yang terdapat di dalam konsol boks.
All new Scoopy CBS-ISS dipasarkan dengan harga Rp17,8 juta on the road Jakarta. Honda menargetkan penjualan Scoopy sebanyak 55 ribu unit per bulan.
(Dian AF)