Selama masa pembentukannya, bulan menerima hantaman bertubi-tubi dari meteor dan meteorid. Karena suhu bulan saat itu sangat panas, terjadilah peleburan yang sangat dahsyat di permukaan bulan sehingga menyebabkan terbentuknya lubang-lubang besar yang dinamakan 'Maria' dan gunung-gunung tinggi dengan kawahnya yang dinamakan 'Craters'.
Kemudian, kawah-kawah itu menumpahkan lahar-lahar dalam volume yang sangat besar dan lahar-lahar itu mengisi lubang-lubang besar tersebut. Kemudian bulan menjadi dingin.
Gunung-gunung di bulan menjadi tidak aktif dan lahar-lahar berhenti mengalir. Dengan demikian, matilah bulan dan tak terlihat nyalanya setelah sebelumnya menyala.
(Ahmad Luthfi)