Sehingga, dapat menyebabkan reaksi fusi (penggabungan) hidrogen menjadi helium. Sementara itu, piringan kabut yang berotasi di sekitar matahari menjadi planet.
Suhu piringan kabut sangat bervariasi, bergantung pada jarak dari pusat rotasi. Jika suhunya tinggi akan berada dekat dengan pusat rotasi, sedangkan jika suhunya rendah akan berada jauh dari pusat rotasi.
Hal ini berdampak pada berbedanya unsur dan senyawa yang memadat untuk planet-planet sesuai dengan jaraknya dari matahari.
Munculnya kabut atau asap (dukhan) seperti dijelaskan di atas menandai awal terciptanya alam semesta atau langit dan Bumi. Sebelum penelitian berhasil mengungkap fakta tersebut, Alquran telah lebih dahulu mengungkap hal ini sekira 14 abad lalu.
"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: ‘Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa’ keduanya menjawab: ‘Kami datang dengan suka hati’" bunyi Surah Fussilat Ayat 11.
(Ahmad Luthfi)