CALIFRONIA – Saat ini, perusahaan teknologi mulai berbondong-bondong untuk mengembangkan teknologi virtual reality (VR) dan augmented reality (AR). Namun, para pakar melihat jika tidak diatur dengan baik, teknologi ini berpotensi membahayakan.
Untuk menanggulangi itu, tiga peneliti ternama dari sektor VR dan AR akan mengadakan pertemuan informal dengan anggota badan pengawas pemerintah untuk mendiskusikan potensi bahaya dari teknologi immersive pekan depan.
"Saya melihat banyak orang di teknologi yang tidak bertanggung jawab atas teknologi ini. Saya tidak setuju atas kenyataan ini," ujar Todd Richmod, salah satu penggagas gerakan ini.
Richmond mengatakan bahwa VR dan AR secara signifikan memiliki potensi untuk membahayakan umat manusia. Untuk itu, diperlukan aturan ketat untuk membatasi penggunaannya.
"Kenyataannya adalah bahwa perkembangan otak anak adalah hal yang penting. Penggunaan VR pada usia yang sangat muda dapat menyebabkan efek yang bersifat merusak," tutupnya, seperti dikutip dari Polygon, Senin (27/3/2017).
(Kemas Irawan Nurrachman)