Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menakar Efisiensi Penggunaan BBM dan BBG di Kendaraan

Mufrod , Jurnalis-Kamis, 16 Maret 2017 |08:04 WIB
Menakar Efisiensi Penggunaan BBM dan BBG di Kendaraan
Ilustrasi pengisin gas CNG di mobil (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Salah satu alasan pemerintah kembali menggalakkan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) jenis CNG untuk kendaraan yakni selain mengurangi isu semakin menipisnya sumber minyak dunia, juga untuk memaksimalkan sumber gas yang melimpah di Indonesia.

Lantas, seberapa efisien penggunaan bahan bakar kendaraan antara CNG dengan BBM?

Edgar, salah satu tenaga penjual alat konversi bahan bakar mobil jenis CNG, mengungkap penggunaan BBG dinilai lebih irit dibanding BBM. Ia menyatakan menggunakan mobil berbahan bakar gas dengan pengisian minimal Rp50 ribu bisa digunakan dua hari, sedangkan mobil yang diisi bensin premium senilai Rp50 ribu hanya bisa digunakan satu hari saja dengan jarak tempuh Jakarta–Tangerang.

Jika dikalkulasikan, rencana pemerintah yang akan menjual CNG seharga Rp3.100 satuan per liter (SPL), maka saat kendaraan mengisi CNG Rp50 ribu didapat 62 SPL. Sedangkan untuk premium dengan harga Rp50 ribu maka mendapat 7,5 liter. Sayangnya, tidak ada data perbandingan konsumsi bahan bakar per liter antara penggunaan gas CNG dengan bensin premium.

Sebagai informasi, mobil yang menggunakan perangkat konversi dilengkapi alat instrumen untuk mengetahui kapasitas jumlah CNG pada tabung. Namun saat gas tersebut habis, pemilik kendaraan bisa mematikan perangkat konversi menggunakan tombol dan mesin mobil akan bekerja menggunakan BBM.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement