Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alquran dan Sains Jelaskan Bulan Memantulkan Cahaya Matahari

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Selasa, 14 Maret 2017 |06:01 WIB
Alquran dan Sains Jelaskan Bulan Memantulkan Cahaya Matahari
(Foto: NASA)
A
A
A

JAKARTA – Masyarakat dahulu percaya bahwa bulan memancarkan cahayanya sendiri. Akan tetapi, ilmu pengetahuan belakangan ini memberitahukan manusia bahwa cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari.

Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan menjelaskan bahwa kitab suci Alquran yang diturunkan sekira 1.400 tahun lalu telah menyebutkan terkait matahari dan bulan yang bercahaya.

"Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya," terang di Surah Al Furqan Ayat 61.

Dalam Alquran, kata bahasa Arab untuk menyebut matahari adalah Syams. Disebut juga sebagai Siraaj yang berarti 'obor' atau sebagai wahhaaj yang berarti lampu menyala atau sebagai diya yang berarti bersinar kemuliaan.

Ketiga deskripsi ini tepat untuk menyebut matahari, karena menghasilkan panas dan cahaya yang hebat oleh pembakaran di dalamnya. Sementara kata dalam bahasa Arab untuk menyebut bulan adalah Qamar, dan dijelaskan dalam Alquran sebagai Muneer, yaitu tubuh yang memberikan cahaya (nur).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement