JAKARTA - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Infiniti mengakui bahwa menjual mobil premium bukanlah hal mudah. Merek mobil mewah tersebut harus bersaing dengan banyak pemain.
"Saat kami meluncurkan Infiniti di Indonesia pertama kali, nilai tukar rupiah masih di kisaran Rp10 ribu. Lalu terus mengalami perubahan hingga di angka Rp13 ribu. Dengan kondisi demikian, kami tidak melihat kompetisi yang baik di pasar," ujar President Director NMI, Antonio Zara, beberapa waktu lalu.
Pria yang akrab disapa Toti itu menambahkan, saat ini banyak APM yang menawarkan mobil mewah sekelas Infiniti. Hal ini juga yang membuat banyak APM kesulitan bersaing, sehingga hanya merek-merek tertentu saja yang sanggup bertahan.
Meski mobil mewah cukup diminati di Indonesia, lanjut Toti, penjualannya tak cukup baik. NMI beruntung karena tidak hanya memiliki Infiniti, tetapi juga Nissan dan Datsun sehingga bisa memperoleh pencapaian positif di pasar automotif Tanah Air.
"Premium segmen di Indonesia itu susah sekali. Saya melihat banyak merek datang ke sini, tapi mereka tak mampu bertahan. Bisa dilihat, paling banyak hanya tiga merek mobil mewah saja yang mampu bertahan.
Kalau NMI mau main di segmen tersebut, maka akan sama dengan banyak merek mobil mewah yang penjualannya sangat kecil," tambah dia.
Sekadar diketahui, Infiniti harus bersaing dengan beragam merek seperti Lexus, Audi, BMW, Mercedes Benz, Jaguar dan Land Rover. Merek-merek mobil tersebut menawarkan kendaraan penumpang mewah dengan fitur dan teknologi canggih.
(Anton Suhartono)