Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Cara Taksi Tanpa Sopir di Singapura Beroperasi

Anton Suhartono , Jurnalis-Kamis, 25 Agustus 2016 |12:44 WIB
Begini Cara Taksi Tanpa Sopir di Singapura Beroperasi
Singapura operasikan taksi otonom (Thestraitstimes)
A
A
A

SINGAPURA - Perusahaan startup spesialis penyedia jasa mobil tanpa sopir atau kendaraan otonom, nuTonomy, mulai mengoperasikan taksi tanpa sopir di Singapura hari ini. Dengan pengoperasian ini, Singapura menjadi negara pertama di dunia yang menyediakan kendaraan umum sharing service berteknologi otonom. (Baca: Singapura Operasikan Taksi Tanpa Sopir Pertama di Dunia)

nuTonomy menyalip Uber yang baru akan mengoperasikan taksi otonom pertamanya di Pittsburgh, Amerika Serikat, beberapa pekan mendatang.

Untuk tahap awal, nuTonomy menyediakan enam unit taksi otonom yang bisa dipesan secara online melalui aplikasi smartphone. Hingga akhir 2016, jumlah taksi canggih itu akan ditambah menjadi belasan unit. Tujuan berikutnya, adalah menyediakan taksi otonom dalam jumlah besar pada 2018 di Singapura.

Armada yang digunakan juga jenis city car yakni mobil listrik Mitsubishi i-MiEV (Mitsubishi Innovative Electric Vehicle) dan Renault Zoe. Daya tampungnya adalah empat orang.

Setiap unit dilengkapi dengan enam Lidar, sebuah sistem pendeteksi situasi sekitar seperti Radar. Hanya saja Lidar bekerja dengan memanfaatkan laser. Salah satu Lidar pada taksi otonom ini ditempatkan di atap mobil.

Selain itu mobil juga dilengkapi dengan dua kamera yang diletakkan di dasbor. Satu kamera mendeteksi halangan atau rintangan di jalan dan satu lagi membaca lampu lalu lintas.Semua data dari Lidar dan kamera akan diolah oleh komputer, lalu diteruskan ke perangkat kontrol kendaraan seperti setir, gas, rem, lampu, dan lainnya untuk eksekusi. Dengan begitu, mobil sudah tahu kapan harus berhenti, melaju, berbelok, dan lainnya.

CEO nuTonomy Karl Iagnemma mengatakan, saat ini wilayah operasi taksi tersebut masih ditentukan, demikian pula dengan titik penjemputan dan tujuannya. Ke depannya, titik penjemputan dan tujuan akan ditambah lebih banyak lagi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement