Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cisco Sebut Adanya Ransomware Generasi Terbaru yang Destruktif

Aditya Gema Pratomo , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2016 |20:31 WIB
Cisco Sebut Adanya <i>Ransomware</i> Generasi Terbaru yang Destruktif
(foto:Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Laporan Pertengahan Tahun Tren Cybersecurity 2016 dari Cisco menemukan bahwa banyak perusahaan tidak siap dalam menghadapi serangan ransomware yang semakin canggih.

Infrastruktur yang lemah, rendahnya network hygiene, dan tingkat deteksi yang lambat memberikan banyak waktu dan perlindungan bagi lawan untuk beroperasi. Berdasarkan temuan dalam riset tersebut, usaha untuk mendesak ruang operasional penyerang merupakan tantangan terbesar yang dihadapi bisnis dan mengancam fondasi utama yang dibutuhkan dalam transformasi digital.

Temuan-temuan kunci lain dalam riset ini adalah penyerang melebarkan fokus mereka pada serangan server-side, metode serangan yang semakin berkembang, dan peningkatan penggunaan enskripsi untuk menutupi aktivitas.

Hingga kini, ransomware masih menjadi malware paling menguntungkan dalam sejarah. Cisco memprediksi tren ini akan berlanjut, bahkan ransomware akan semakin destruktif dan dapat menyebar dengan sendirinya, menahan seluruh jaringan, dan membuat perusahaan-perusahaan tersandera.

Serangan modular baru ransomware dapat mengubah taktik secara cepat untuk memaksimalkan efisiensi. Sebagai contoh, serangan ransomware di masa depan akan dapat menghindari deteksi dengan membatasi penggunaan CPU dan menghindar dari aksi command-and-control. Serangan ransomware baru ini akan menyebar lebih cepat dan mereplikasi diri dalam organisasi sebelum menjalankan aktivitas ransom.

Visibilitas antar jaringan dan endpoint masih menjadi tantangan utama. Secara rata-rata, perusahaan membutuhkan waktu 200 hari untuk mengidentifikasi ancaman baru. Sementara itu, Cisco terus berusaha menekan waktu deteksi atau time to detection (TTD) hingga mencapai 13 jam pada akhir April 2016 untuk mendeteksi serangan yang tidak diketahui dalam 6 bulan sebelumnya.

Dengan semakin banyaknya penyerang yang melakukan inovasi, perusahaan harus berusaha untuk menjaga keamanan perangkat dan sistem mereka. Sistem yang tidak dilindungi akan memberikan kesempatan kepada penyerang untuk mendapat akses dengan mudah, tidak terdeteksi, serta memaksimalkan kerusakan dan keuntungan.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement