Advertisement
Advertisement

Mengenal Lebih Dekat, Ini Cara Kerja Teknologi Iris

Dini Listiyani , Jurnalis-Selasa, 09 Agustus 2016 |19:02 WIB
Mengenal Lebih Dekat, Ini Cara Kerja Teknologi Iris
(Foto: Samsung)
A
A
A

SEOUL - Galaxy Note 7 baru saja diumumkan dan salah satu fitur yang menonjol dalam perangkat adalah sensor pemindai iris. Ini memang bukan yang pertama kali ditemukan di smartphone, namun implementasi di Galaxy Note 7 diklaim lebih baik dibanding smartphone dengan kamampuan serupa di pasaran.

Guna mengetahui lebih jauh tentang teknologi pemindai iris via Galaxy Note 7, ada baiknya untuk mengetahui hal mendasar teknologi pemindai iris di Galaxy Note 7. Cara sederhana untuk menggambarkan scanner iris pada Galaxy Note 7 dengan mengatakan, itu pada dasarnya kamera dipesan dengan fungsi yang lebih spesifik. Ia bekerja bersama infrared LED dan diprogram untuk mengenali pola di iris Anda, dan tidak memiliki fungsi lain selain itu.

Cara Kerja

Seperti disebutkan sebelumnya, scanner menggunakan sensor infrared untuk mendeteksi pola dalam iris pengguna. Cukup mengarahkannya kepada mata pengguna yang terdaftar untuk membuka ponsel, dan ia akan melakukannya dengan cepat.

Dalam Lumia 950 XL, perangkat di pasar yang sudah memiliki fitur tersebut, ada sebuah kamera infrared serta kamera sekunder. Sensor infrared menerangi mata pengguna, sehingga kamera sekunder dapat snap gambar yang baik dan merekam data, kemudian mengubahnya ke potongan yang dienkripsi dari informasi yang tersimpan di perangkat.

Sementara versi Samsung bekerja dengan cara yang sama dengan Lumia. Pada panel depan ponsel, terdapat IR (infrared) LED dan kamera khusus iris. Kamera ini dirancang dengan filter image khusus yang meneruma dan mengenali gambar terpantul dari iris dengan cahaya IR LED.

Lampu merah dipilih karena menurut Samsung, memungkinkan untukn rentang terbaik. Tidak seperti gambar berwarna tradisional, yang dipengaruhi oleh warna iris dan suasana lampu, gambar infrared menunjukkan pola yang jelas dan tidak memiliki banyak pantulan cahaya.

Proses setup pada dasarnya melibatkan mengangkat telefon untuk tingkatan mata agak jauh dan menunggu telefon untuk menangkap data iris Anda. Ini dapat mendeteksi bagian mana gambar merupakan iris Anda, kemudian menghapus sisa informasi, seperti kelopak mata, pupil, dan sclera.

Proses ini hanya memakan waktu beberapa detik, tidak seperti sensor sidik jari, yang mengharuskan Anda mengankat jari/ ibu jari dan meletakkan di sensor beberapa kali. Setelah terdaftar, ponsel menyimpan data iris sebagai bagian kode terenkripsi.

Kemudian, ketika pengguna mencoba untuk mengakses telefon atau konten yang dilindungi atau aplikasi, LED dan kamera bekerja sama untuk menangkap iris, kemudian mengekstrak file dan membandingkan pola dengan kode untuk memungkinkan akses. Semua ini dilakukan dalam sepersekian detik. Demikian seperti dilansir Pocket-lint, Selasa (9/8/2016).

(Dini Listiyani)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement