Raimund menyatakan, ini menjadi salah satu tonggak bagi komunitas keamanan siber untuk makin mempererat kerjasama menumpas kejahatan siber.
"Gembong penjahat asal Nigeria yang berhasil ditangkap tersebut ditengarai sebagai pemimpin dari 40 orang kawanan di jaringan penjahat siber yang beroperasi di Nigeria, Malaysia dan Afrika Selatan," ucapnya melalui keterangan resmi kepada Okezone, Senin (8/8/2016).
Ia menjelaskan, mereka menciptakan malware dalam melancarkan serangan siber. Gembong tersebut dicurigai juga terlibat dalam tindak kejahatan pencucian uang bersama dengan para pelaku pencuci uang dari negara China, Eropa, serta Amerika Serikat yang menyediakan detail akun bank secara ilegal sebagai tempat penyimpanan uang hasil curian mereka.
Sementara itu, Noboru Nakatani, Executive Director of the INTERPOL Global Complex for Innovation menyatakan, keberhasilan operasi penangkapan ini tentu tak lepas dari kerjasama yang terjalin erat di antara pihak-pihak yang tergabung dalam komunitas keamanan global yang memiliki tujuan yang sama yakni bersama-sama mewujudkan internet yang aman.
"BEC scams sulit diberantas karena kompleksitas operasi mereka, untuk itulah dibutuhkan kerjasama yang erat yang terjalin di semua sektor, baik oleh swasta maupun pemerintah, dalam memerangi dan menanggulangi tindak kejahatan siber," pungkasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)