JAKARTA – Wabah ransomware hingga saat ini belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera berhenti dalam waktu dekat. Justru sebaliknya, berdasarkan pantauan Trend Micro tak hanya jenis-jenis ransomware baru ramai bermunculan.
Perpetaan ransomware kini makin ramai kemunculannya akibat ulah para penjahat siber yang gencar untuk mengubah-ubah taktiknya dengan menggunakan malware ekstorsi agar mudah disisipkan dan berpotensi mendatangkan pundi-pundi yang lebih besar.
Bayangkan, lima bulan pertama di 2016 saja terungkap 50 jenis ransomware baru. Ini artinya, dalam sebulan, rata-rata ada 10 jenis ransomware baru yang dilancarkan ke publik oleh para penjahat siber.
Dalam keterangan resmi kepada Okezone, Jumat, (22/7/2016), berikut ini beberapa peristiwa terkait ransomware yang terjadi Juni lalu yang layak disimak.
Flocker
Trend Micro juga melihat kemunculan kembali mobile lock-screen malware bernama FLocker, meski kali ini lebih canggih karena tidak hanya bisa menginfeksi perangkat Android, namun meningkat ke TV cerdas. Jenis ini pertama kali ditemukan di Mei 2015 terdeteksi sebagai ANDROIDOS_FLOCKER.A).
Sejak itu FLocker memiliki lebih dari 7.000 varian seperti yang terlihat di bank sampel Trend Micro. Di pertengahan Juni, periset Trend Micro berhasil mengidentifikasi sebuah varian Trojan dari FLocker yang menyusup ke lembaga US Cyber Police serta lembaga-lembaga lainnya.
Setelah berhasil menginfeksi, malware akan memalak korban dengan tebusan sebesar USD200 agar file korban yang sudah ditawan bisa dikembalikan seperti sedia kala di iTunes gift cards.