JAKARTA - Gonjang-ganjing penghentian produksi Chevrolet Spin di Indonesia tahun lalu tidak memengaruhi minat sebagian masyarakat untuk memiliki mobil low MPV itu. Mobil bekas Chevrolet Spin justru semakin diminati di pasar mobil bekas.
Ketua Umum Chevrolet Spin Indonesia (CSI) Ian Ananta mengatakan, di awal-awal kisruh penghentian produksi Spin, banyak pemilik yang mau menjual mobil mereka. Ketersediaan suku cadang menjadi alasan utama mereka untuk menjual mobil.
"Pada awalnya memang banyak yang galau, banyak pertanyaan. Tapi kami mencoba berkomunikasi dengan GMI (General Motors Indonesia). Kami juga coba menjembatani, akhirnya kami jelaskan kepada member. Dari situ tidak ada ketakutan lagi. Bahkan ada yang berniat menjual mobilnya, tapi sampai sekarang tidak jadi," jelas Ian kepada Okezone.
Tingginya minat orang untuk memiliki Spin, lanjut dia, tidak terlepas dari jaminan ketersediaan suku cadang sebagaimana dijanjikan agen pemegang merek mobil Chevrolet di Indonesia, GMI. Selain itu, suku cadang yang dijual oleh pihak lain seperti original equipment manufactur (OEM) juga sudah banyak.
“Informasi yang saya dapat pada awal 2016 masih ada diler yang jual Spin yaitu di daerah Bintaro, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Unitnya sudah habis. Justru sekarang orang mencari yang bekasnya," lanjut Ian.