Sebagai pabrik perakitan IT pertama di Indonesia, Advan selalu melibatkan komponen lokal. Setidaknya saat ini sebanyak 20 persen hardware dan software Advan merupakan produk dalam negeri, yang secara efektif meracik berbagai komponen produk sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar Tanah Air.
Rp 1 Triliun
Meski belum sempurna, diakui Tjandra, kendala bahan baku sebagai bagian dari tantangan eksistensi industri di era pasar bebas. "Walau rumit, kita tetap yakin semuanya bisa kita benahi secara perlahan. Dedikasi dan inovasi adalah harga mati bagi kami. Tanpa itu, pasar akan semakin rumit," jelas Tjandra.
Seperti diketahui, sebagian besar tenaga kerja di pabrik dengan luas 15.000 meter persegi ini banyak ditangani manusia dari tangan-tangan handal anak negeri sendiri. Tentu saja, hal itu dapat mengurangi jumlah pengangguran dan memberikan keuntungan bagi Indonesia.