Dengan populasi lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia merupakan salah satu pasar yang paling menggiurkan bagi bisnis digital di Asia Tenggara. Jumlah penduduknya terbesar di Asia Tenggara dan terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Pengguna internet, gadget, dan media sosialnya pun masuk jajaran Top 5 terbesar di dunia dan terus meningkat.
Berdasarkan statistik digital dunia, Indonesia kini memiliki 88.100.000 pengguna internet aktif, naik 15% selama 12 bulan terakhir. Pelanggan kartu SIM di Indonesia 326.300.000, jauh lebih besar dari jumlah penduduk. Ini berarti setiap pengguna ponsel memiliki rata-rata dua kartu SIM. 85% dari total populasi memiliki ponsel, sementara 43% adalah pengguna smartphone.
Menurut periset dan dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Nuning Kurniasih, ketergantungan masyarakat terhadap media sosial saat ini adalah ketergantungan yang massif. Kita terus memantau media sosial mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi. Hal yang dilakukan oleh banyak orang saat ini adalah mengecek media sosial.
Telinga kita sangat sensitif mendengar notifikasi di gadget. Sebagian dari kita melakukan interaksi secara aktif di media sosial, sebagian hanya menjadi pengamat, melihat apa yang di-posting oleh orang lain, tanpa berinteraksi langsung tetapi selalu tahu dan ingin tahu apa yang terjadi di media sosial. Ada yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi, sedang dan rendah.
Menurut dia, ada beberapa alasan yang menyebabkan fenomena ini terjadi. Pertama, perasaan takut kehilangan (fear of missing out) apa yang menurutnya penting. Bisa jadi takut kehilangan teman, event, momen dan aktualisasi diri. Kedua, ada rasa percaya diri yang tinggi ketika berada di media sosial sehingga bisa berekspresi berbeda dengan dunia nyata.
Misalnya ada orang yang didunia nyata pendiam, di media sosial benyak bicara. Media sosial dijadikan sarana untuk mengeskpresikan dirinya. Dampak ketergantungan masyarakat terhadap media sosial bisa dilihat dari dua sisi. Dari sisi positif, masyarakat menjadi memiliki akses yang tinggi terhadap informasi sehingga memiliki rasa kepedulian yang tinggi dengan apa yang terjadi di sekitarnya dan dunia.