Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yamaha MT-09 Tracer Sita Perhatian, tapi Belum Ada yang 'Meminang'

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Rabu, 13 April 2016 |05:58 WIB
Yamaha MT-09 Tracer Sita Perhatian, tapi Belum Ada yang 'Meminang'
Belum ada yang menebus Yamaha MT-09 Tracer (Santo/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) baru saja meluncurkan MT-09 Tracer di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016. Sejak diluncurkan, Jumat 8 April 2016, pengunjung booth Yamaha terlihat sangat antusias terhadap motor touring tersebut. Tidak sedikit di antara mereka yang duduk di joknya ingin merasakan atmosfer motor ini.

"Dari tipe dan bentuk orang suka. Penampilannya pengunjung suka. Banyak yang tanya juga," ujar Kevin, kepala cabang Mekar Motor, spesialis motor CBU (completely built up) Yamaha, kemarin.

Namun diakuinya hinga saat ini belum ada yang menimang motor seharga Rp325 juta on the road Jakarta itu. "Kalau yang pesan belum ada, baru sebatas tanya-tanya saja," ungkap Kevin.

Menurut dia, hal itu wajar-wajar karena permintaan motor premium tidak terlalu banyak, apalagi CBU beda dengan motor yang produksi lokal.

"Memang Yamaha bikin motor kelas premium tidak banyak, dan jualannya juga tidak banyak. Beda dengan motor reguler," pungkas Kevin.

Yamaha MT-09 Tracer telah meluncur di Eropa tahun lalu dan mendapat sambutan positif oleh penggemar big bike Benua Biru itu. Diharapkan tren positif itu berlanjut di Indonesia.

Yamaha MT-09 Tracer mengusung mesin 850 cc. Sesuai konsepnya sebagai sporty multi-use bike, MT-09 Tracer memiliki keunggulan dalam performa, akselerasi, handling yang mudah dikontrol, posisi riding yang tegak dan nyaman untuk touring, serta cara berkendaranya bisa disesuaikan menurut pilihan berdasarkan karakter jalan.

Yamaha menjual MT-09 Tracer dalam jumlah terbatas di Indonesia, yakni hanya 20 unit.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement