Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkembangan TV dari Desain Cembung ke Lengkung (Bagian I)

Arsan Mailanto , Jurnalis-Senin, 15 Februari 2016 |19:40 WIB
Perkembangan TV dari Desain Cembung ke Lengkung (Bagian I)
(Foto: Istimewah)
A
A
A

CALIFORNIA - Siapa yang tak mengenal televisi. Sebuah media telekomunikasi terkenal berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara baik itu monokrom (hitam-putih) maupun berwarna.

Kata televisi gabungan dari kata tele "jauh" dari bahasa Yunani dan visio "penglihatan" dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual atau penglihatan.

Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia dan di Indonesia televisi sering disebut dengan TV.

Pada masa awal perkembangannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik, mekanik, dan elektronik untuk merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual.

Setidaknya pada akhir 1920-an, sistem pertelevisian hanya menggunakan teknologi optik dan elektronik saja, di mana semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini. Namun, kini di era digital yang mengikuti zaman, televisi layar besar atau tabung pun mulai tergerus dengan perkembangan teknologi.

Berikut ini ulasan soal perkembangan TV dari zaman ke zaman, mulai dari TV tabung hingga TV layar lengkung, sebagaimana penelusuran Okezone disitat Cnet, Senin (15/2/2016).

TV Tabung atau TV CRT (1990-an)

CRT (cathode ray tube) atau yang biasa disebut TV Tabung ini memiliki ukuran diagonal layar sekira 40-50 inci, mempunyai teknologi seperti yang digunakan pada monitor PC. Tabung tersebut memiliki aliran elektron kecepatan tinggi dipancarkan dari katode untuk menciptakan gambar.

Kelebihan dari CRT, harganya termurah dibandingkan dengan jenis TV lain. Daya tahan TV Tabung memiliki daya tahan kekuatan yang sangat lama, biasanya bisa bertahan hingga 3 tahun ke atas dan kekuatan layar tidak diragukan.

Sedangkan, kekurangannya ada di ukuran bodi yang sangat besar dan berat membuat ruangan menjadi semakin sempit. Daya listrik yang boros listrik rata-rata 75w ++.

Televisi keluaran lama ini merupakan cikal bakal hadirnya jenis TV modern seperti TV Plasma, TV LCD, TV LED, dan TV Curved.

 

TV Plasma (1997-an)

Plasma TV merupakan perkembangan teknologi yang paling awal pada slim TV dengan resolusi tinggi dan nama plasma sendiri pada dasarnya disesuaikan dengan prinsip kerjanya.

Plasma sendiri berarti sejenis gas yang dapat memisahkan elektron dari inti atom untuk memproduksi gambar pada TV. Lebih rincinya arus listrik yang masuk akan menghasilkan elektron yang akan bereaksi dengan molekul air raksa (mercury) dan menghasilkan sinar ultraviolet (UV).

Keunggulan Plasma TV dibanding TV lainnya adalah memiliki sudut pandang yang lebih lebar dan tingkat kontras yang tinggi 10.000:1. Selain itu, Plasma TV cenderung lebih murah dibandingkan dengan LCD atau LED.

Bahkan, sudah dapat menikmati tampilan gambar yang bagus tidak blur karena Plasma TV, memiliki tingkat Refresh Rate dan Response Time yang tinggi hingga 600 Hz.

Namun, perlu diingat pula bahwa Plasma TV saat ini cenderung berbobot lebih berat karena umumnya berukuran di atas 32 inci serta boros energi listrik.

 

TV LCD (2003-an)

TV LCD (liquid crystal display) sebuah teknologi yang menggunakan LCD untuk memproduksi gambar, umumnya seperti yang terdapat pada monitor PC yang beredar di pasaran saat ini.

Teknologi LCD sudah biasa digunakan pada monitor komputer. Selain itu, plasma memiliki keunggulan teknologi anti-glare atau tanpa bayangan, warna yang lebih realistis.

Namun dengan konsumsi listrik yang lebih rendah dari TV Plasma menyebabkan TV LCD cocok digunakan sebagai layar PC di rumah maupun di kantor.

Kelemahan mendasar dari LCD pada umumnya dapat dirasakan ketika menonton TV terutama di ruang yang kurang pencahayaan. Jika dibandingkan dengan jenis TV lainnya, LCD TV akan menghasilkan kualitas gambar dan kontras yang kurang baik apabila dilihat dari sudut yang lebih lebar.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement