Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Faktor yang Melemahkan Mabua Harley Davidson

Santo Evren Sirait , Jurnalis-Jum'at, 05 Februari 2016 |15:15 WIB
Tiga Faktor yang Melemahkan Mabua Harley Davidson
Tiga Faktor yang Melemahkan Mabua Harley Davidson (Foto: Harley Davidson Jakarta)
A
A
A

JAKARTA - Rumor mengenai rencana mundurnya PT Mabua Motor Indonesia (MMI) sebagai distributor resmi sepeda motor Harley Davidson di Indonesia ramai diperbincangkan. Mundurnya MMI bisa disebabkan oleh tiga faktor.

Ketiga faktor yang dimaksud adalah kebijakan mengenai pajak barang mewah, iklim usaha khususnya roda dua yang mengalami banyak kendala, dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Tahun 2014 merupakan awal keterpurukan yang dialami MMI. Hal itu terlihat dari total penjualan motor yang mengalami penurunan. Pada 2014 MMI hanya menjual 490 unit atau terjun bebas dari 2013 yang mencapai 996 unit. Hal ini memicu MMI untuk meluncurkan produk baru Street 500 cc di akhir Desember 2014.

Masuk ke 2015, MMI terus fokus memasarkan Street 500 cc. Namun sayang sekali, motor yang diklaim memiliki harga terjangkau itu tidak bisa membantu mendongkrak penjualan MMI tahun lalu. Berdasarkan data MMI, Street 500 cc hanya terjual sebanyak 320 unit sepanjang 2015.

Pada Oktober 2015 dealership MMI di kawasan Sultan Iskandarsyah II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ditutup. Alasannya perusahaan memusatkan seluruh layanan di main dealer yang berada di Pondok Pinang.

Puncaknya, muncul surat yang diteken Direktur Utama Mabua Harley Davidson Djonnie Rahmat. Surat itu berisi bahwa Mabua tidak memperpanjang keagenan Harley Davidson di Indonesia, terhitung mulai 31 Desember 2015.

Untuk diketahui, Mabua memulai perjalanannya di Indonesia pada 13 Juni 1997. Saat itu Mabua berhasil tumbuh berkat dukungan dari para penggemar motor gede asal Amerika Serikat itu di Indonesia. Mabua sempat membuka jaringan penjualan di Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Medan. Produk Harley yang sempat dipasarkan adalah Street, Sporster, Dyna, Softail, Touring, dan CVO.

(Anton Suhartono)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement