Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Kakek Lulusan Jerman Jadi Operator Warnet

Aditya Gema Pratomo , Jurnalis-Selasa, 12 Januari 2016 |20:27 WIB
Kisah Kakek Lulusan Jerman Jadi Operator Warnet
Kisah Kakek Lulusan Jerman Jadi Operator Warnet
A
A
A

JAKARTA - Ketika manusia sudah menginjak di fase-fase senja, umumnya mereka akan lebih banyak beristirahat dan menghabiskan waktu dengan cucu, namun tidak dengan kakek ini yang mengisi masa tuanya menjadi operator warnet.

Di sebuah kios berukuran 5 x 5 di bilangan bendungan hilir, terdapat sebuah warung internet. Dari luar, warnet ini terlihat normal, hal luar biasa terlihat ketika Okezone masuk ke dalam, operator warnet itu adalah seorang kakek berusia 79 tahun yang menjadi operator warnet.

Barang-barang di warnet ini masih terlihat sisa-sisa peninggalan pemilik terdahulu. Monitornya saja masih berupa tabung (crt) dengan warna yang sudah pudar, dan keyboard yang tampak lusuh.

Pak Anwar, biasa ia dipanggil oleh pelanggan setianya, sudah mengawal warnet ini sejak 2005. Beliau sudah tahu pasang surut warung internet yang kini menjadi miliknya ini.

"Tahun 2005-an warnet ini ramai luar biasa, zaman itu lagi boomingnya yahoo messenger, pelanggannya banyak anak muda," ucap Anwar mengingat zaman keemasan.

Tidak ada yang menyangka, di balik sikapnya yang membumi Pak Anwar menyimpan rahasia. Beliau dulu bekerja di Munich sebagai salah satu staff perusahaan export - impor.

Dalam perbincangan, dia sempat mengajari tim Okezone beberapa kalimat dalam bahasa jerman "Ich komme aus Jakarta" ucapnya dengan pengucapan yang sangat fasih.

Setelah lama mencari nafkah di negeri industri tersebut, Pak Anwar memutuskan pensiun dan kembali ke Jakarta. Beliau mengatakan pekerjaan ini dilakukan agar tidak merasa bosan di rumah.

Memiliki usaha warnet di zaman sekarang sangatlah sulit untuk menutupi pengeluaran. Menurutnya, mendapatkan 20 orang per hari saja sudah susah apalagi untuk memperbarui komputer.

"Dengan biaya pln dan internet mencapai Rp1, 3 juta ditambah biaya gaji karyawan dan sewa ruangan, sangatlah sulit untuk menutupi biaya operasional per bulan" jawabnya lirih.

Di tengah kelesuan penghasilan warnetnya, Pak anwar tetap semangat melayani pelanggan. Ditemani sang Istri yang turut membantu, warnet Pak Anwar memberikan  atmosfer keramahan yang tidak bisa kita temui di tempat lain.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement