Mengingat drone bisa diterbangkan dan mengangkut manusia, maka drone itu terlebih dulu harus mendapat persetujuan Federal Aviation Administration (FAA). Co-founder Ehang Shang Wen Hsiao mengatakan, mereka telah koordinasi dengan FAA untuk drone tersebut. Kendaraan akan lepas landas dan mendarat secara vertikal di pre-set target.
Sementara itu, perusahaan juga telah bertemu dengan pejabat pemerintah di Selandia Baru, Los Angeles, California, dan China. Selandia Baru menyatakan ketertarikan dengan tes percobaan, Hsiao mengatakan pemerintah China mendukung tapi perlu menjalani proses pendaftaran.
Sejauh ini, perusahaan berhasil menyelesaikan lebih dari 100 perbangan dengan manusia di dalamnya. Kendaraan otonom Ehang 184 dibanderol antara USD200.000 hingga USD300.000.
(Kemas Irawan Nurrachman)