Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakai Bodi Serat Karbon, Mobil Lamborghini Ini Jadi Lebih Sangar

Pius Mali , Jurnalis-Senin, 14 September 2015 |19:18 WIB
Pakai Bodi Serat Karbon, Mobil <i>Lamborghini</i> Ini Jadi Lebih Sangar
Lamborghini Huracan yang menggunakan bodi serat karbon (Worlcarfans)
A
A
A

MUNICH - Setelah membuat mobil listrik Tesla Model S menjadi lebih cantik, rumah modifikasi Mansory kembali 'berulah'. Kali ini sebuah mobil sport Lamborghini Huracan diracik tuner kenamaan Jerman itu sehingga tampil lebih sangar dari versi standar pabrikan.

Mengutip dari Worldcarfans, Senin (14/9/2015), setelah mengenalkan Lamborghini Huracan yang memiliki tenaga 850 ps, Mansory kini menunjukan karya terbarunya, yakni mobil sport Lamborghini Huracan yang memiliki tenaga 1.250 ps dan torsi maksimum 1.000 nm yang berasal dari mesin V10 berkapasitas 5,2 liter.

Lamborghini Huracan karya Mansory dapat berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam hanya dalam waktu 2,7 detik. Kecepatan maksimumnya mencapai 340 km/jam.

Untuk menyeimbangkan tenaga besar, bodi standar diganti menggunakan body kit dengan ukuran lebih lebar 30 milimeter (mm) di depan dan 40 mm, serta sayap di di bagian belakang. Dipakai juga pelek ukuran 20 inci dengan ban ukuran 245/30 ZR20 di depan, sementara belakang menggunakan pelek 21 inci dilapis ban berukuran 325/25 ZR21.

Memperkuat kesan sangar, bodi baru Lamborghini Huracan menggunakan bahan serat karbon warna hitam. Kap mesin belakang diganti dengan model baru yang memiliki ventilasi udara.

Kabin Lamborghini Huracan didominasi warna hitam. Jok balap yang dilapis ulang dengan bahan kulit Alcantara, lingkar kemudi model balap, pedal alumunium, serta serat karbon di dasbor dan pintu menjadi pembeda dengan Huracan yang dihadirkan oleh produsen mobil Italia.

Mansory tak menyebut berapa biaya untuk membuat Lamborghini Huracan sangar tersebut.

(Dian AF)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement