JAKARTA - Kasus beli iPhone 6 Plus dapat sabun mandi melalui situs belanja online Lazada yang dialami seseorang bernama Danis Darusman, disebut-sebut mampu menimbulkan dampak buruk bagi e-commerce di Indonesia.
Menurut Sekjen Indonesia Telecommunications Users Group (IDUTG), Muhammad Jumadi, mengatakan, permasalahan yang banyak dialami e-commerce saat ini adalah masuknya data yang besar namun tidak diimbangi oleh sistem aplikasi yang baik.
“Salah satu permasalahan dalam e-commerce ialah dengan data yang besar banyak kemungkinan salah code apabila tidak disiapkan sistem aplikasi yang memadai, perlu adanya sistem keamanan yang memadai sehingga data tidak mudah di-hacked,” ujar Jumadi kepada Okezone.
Meskipun tidak ada indikasi di-hack atau sistem keamanan yang dimiliki Lazada telah benar-benar aman, Lazada tetap perlu melakukan evaluasi terkait sistem yang ada di dalam tubuh mereka.
“Jika sistem keamanan data Lazada memang sudah secure, ada kemungkinan kesalahan kode barang dalam sistem di Lazada yang menyebabkan peristiwa itu dapat terjadi,” tambah Jumadi.
Jumadi memberikan beberapa catatannya terkait masalah salah kirim barang yang dilakukan Lazada tersebut. Ia pun mengungkapkan jika konsumen yang merasa dirugikan dapat menuntut e-commerce bersangkutan karena memang ada dasar hukumnya.
“Seharusnya Lazada mempunyai sistem informasi tracking barang tepat yang disesuaikan dengan kode booking dan jumlah pembayaran, tidak mungkin konsumen bayar dengan nilai yang mahal untuk sabun batangan,” papar Jumadi.
“UU No. 8 perlindungan konsumen bisa digunakan oleh konsumen untuk mengklaim hal tersebut. Peristiwa terkait Lazada dapat menjadi preseden buruk bagi e-commerce kalau sampai terjadi salah kirim barang bisa jadi boomerang untuk e-commerce lain di Indonesia,” tambahnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)