“Kapal tenggelam, rumah hancur, perkebunan sukun, mangga, pisang dan kelapa yang menjadi sumber perkebunan dan makan lokal, terpangkas habis oleh angin tersebut. Hanya tersisa batang dan cabang saja,” jelas Hiroyuki Mori, warga pulau Chuuk yang dikutip dari situs Guadmpdn.com.
Fenomena cuaca tersebut juga sempat terekam oleh Astronot asal Italia, Samantha Cristoforetti, dan telah mem-postingnya pada halaman Facebooknya langsung. Foto tersebut diambil langsung dari stasiun luar angkasa internasional.
Namun sayangnya, tidak ada informasi mengenai prediksi waktu yang diperkirakan oleh Astronot mengenai kedatangan angin tersebut di wilayah Filipina.
(Amril Amarullah (Okezone))