WASHINGTON – Serangan angin topan super yang pernah menghantam pulau-pulau Pasifik pada 29 Maret 2015, dikabarkan telah menewaskan sebanyak lima penduduk Chuuk. Dan kabar terbaru dari para Astronot mengungkapkan bahwa angin topan tersebut kini sedang berjalan ke Filipina.
Fenomena kejadian cuaca ini diklaim telah terekam dalam data yang dilakukan para tim astronot yang sedang meneliti di luar angkasa. Disebutkan bahwa topan super tersebut bernama Topan Maysak, yang bisa mengakibatkan kehancuran rumah-rumah di pulaiu Chuuk, wilayah Barat Samudera Pasifik.
Seperti dilansir dari laman situs Mirror, Rabu (1/4/2015), Topan Maysak diklaim sedang berjalan ke arah timur pulau lain di Samudera Pasifik yang dikenal pulau Yap dan kemudian menuju Filipina. Angin ini memiliki kecepatan mencapai 160mph.
“Kapal tenggelam, rumah hancur, perkebunan sukun, mangga, pisang dan kelapa yang menjadi sumber perkebunan dan makan lokal, terpangkas habis oleh angin tersebut. Hanya tersisa batang dan cabang saja,” jelas Hiroyuki Mori, warga pulau Chuuk yang dikutip dari situs Guadmpdn.com.
Fenomena cuaca tersebut juga sempat terekam oleh Astronot asal Italia, Samantha Cristoforetti, dan telah mem-postingnya pada halaman Facebooknya langsung. Foto tersebut diambil langsung dari stasiun luar angkasa internasional.
Namun sayangnya, tidak ada informasi mengenai prediksi waktu yang diperkirakan oleh Astronot mengenai kedatangan angin tersebut di wilayah Filipina.
(Amril Amarullah (Okezone))