Ia mengatakan, GPRS masuk (sekira 2003), pihaknya pertama kali yang membuat sistem 'charging' berdasarkan URL pada 2003. "Kita lakukan charging pada saat GPRS, proyek pertama saya adalah GPRS. Kita banyak melakukan inovasi dari sisi charging dan billing," ungkapnya.
Ia menuturkan, perkembangan jumlah pelanggan XL dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan yang signifikan. "Perkembangan XL dari mulai 1,5 jt, kemudian 4 juta, kemudian dobel naik lagi. Pada saat saya handle IT, kita itu handle hingga sekitar 36 juta pelanggan. Lalu saya pindah ke digital service," jelasnya.
"Waktu handle IT, saya bergabung itu sebagai spesialis network, kemudian jadi manajer untuk development-nya, yang mengurus tarif, caranya membuat charging-nya. Naik jadi GM (general manager), pegang development sama operation. Lalu, kita pecah, saya khusus network. Sekarang mulai mikirin bisnis," paparnya.
Pelanggan layanan data atau internet XL saat ini mencapai 32 juta atau 51 persen dari total pelanggan. Sementara total pelanggan XL hingga saat ini mencapai sekira 62,9 juta pelanggan.
(Ahmad Luthfi)