CALIFORNIA - Seorang eksekutif Qualcomm yang berkomentar soal prosesor A7 64-bit pada iPhone secara diam-diam dipindahtugaskan. Namanya pun hilang dari laman pimpinan perusahaan.
Adalah Anand Chandrasekher, yang dulunya Senior Vice President Mobile Chipmaker Qualcomm. Dalam sebuah kesempatan, ia pernah melemparkan komentar bahwa chip A7 pada iPhone 5S hanyalah 'trik pemasaran'.
"Saya pikir mereka (Apple - red) melakukan trik pemasaran. Tidak akan ada keuntungan yang didapat konsumen dari itu (prosesor A7 68-bit- red)," klaim Chandrasekher kala itu.
Sejumlah pihak beranggapan bahwa komentarnya dinilai kebablasan dalam mengomentari prosesor terbaru iPhone 5S. Bahkan, pria berkacamata itu melontarkan pernyataan bahwa konsumen memperoleh 'zero benefit' dari prosesor A7 64.
Komentarnya ini didasarkan bahwa, prosesor dengan 64-bit sejatinya mampu meningkatkan kapasitas RAM di atas 4GB, namun kenyataannya Apple tidak membekali smartphone terbarunya dengan memori RAM yang besar.
Kenyataanya, dilansir Venturebeat, Senin (20/10/2013), Apple menunjukkan bagaimana game Infinity Blade III dapat beroperasi dengan baik di iPhone 5S dengan mengambil keuntungan dari tenaga prosesor untuk menyuguhkan detail dan permainan yang nyata.
(Gesit Prayogi)