Advertisement
Advertisement

Apa Tujuan Microsoft Beli Bisnis Ponsel Nokia?

Andina Librianty , Jurnalis-Selasa, 03 September 2013 |16:58 WIB
Apa Tujuan Microsoft Beli Bisnis Ponsel Nokia?
Capture
A
A
A

HELSINKI - Microsoft memiliki alasan-alasan logis mengakuisisi bisnis ponsel Nokia. Rakasa software itu menjelaskan mengapa akuisisi terbaru ini sangat masuk akal bagi perusahaan.
 
Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Steve Ballmer memaparkan tiga alasan yang akan mengubah berbagai hal, jika memiliki bisnis ponsel Nokia. Ia yakin bisnis ponsel Microsoft akan semakin kuat.
 
Pertama, Ballmer mengatakan meski selama ini kedua perusahaan berhubungan dekat tapi ada hambatan legal dan logistik untuk bekerjasama secara keseluruhan.
 
"Selama ini kami berada dalam sebuah model dengan dua perusahaan berbeda. Selalu ada semacam batas yang sulit untuk berinovasi dari sebuah perspektif hardware/software," jelas Ballmer, seperti dikutip dari AllThingsD, Selasa (2/9/2013).
 
“Ini bukan berarti kami tidak melakukannya, tapi kami tahu dan mampu meningkatkan kelincahan perusahaan,” sambungnya.
 
Kedua, Ballmer mencatat bahwa semua perusahaan secara terpisah mencoba membangun brand mereka sendiri, sebuah usaha duplikasi yang bisa membuang-buang uang.
 
"Pikirkan Lumia Windows Phone 1020 Nokia dan Anda akan tahu bahwa kami bisa menyederhanakan pesan dengan lebih jelas untuk pasar," sambungnya.
 
Ballmer mengatakan, Nokia menguasai 80 persen dari semua pasar Windows Phone. Namun ia berharap, Microsoft akan terus bekerjasama dengan mitra Windows Phone lain, meskipun telah mengambilalih bisnis ponsel Nokia.
 
Alasan ketiga, kata Ballmer, jika menjadi dua perusahaan berbeda, maka Nokia dan Microsoft harus membuat pilihan berbeda tentang tempat dan jumlah investasi.
 
"Kita tahu, seiring pertumbuhan, kita perlu berinvestasi di balik bisnis ini. Ini (akuisisi) menyederhanakan pengambilan keputusan bisnis dan membuat ekonomi menjadi lebih bersatu," jelas Ballmer.
 
Secara keseluruhan, membeli bisnis ponsel Nokia akan memberikan Microsoft peluang bisnis yang lebih besar jika bisa sukses di pasar. "Kami pemain smartphone No.3. Kami memiliki jalan panjang untuk pergi dan kami memiliki banyak hal yang ingin dilakukan," pungkas pria yang akan akan pensiun sebagai CEO Microsoft dalam 12 bulan tersebut.

(Andina Librianty)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement