ESPOO - Nokia memberikan sinyal akan putus hubungan dengan sistem operasi Symbian dalam waktu dekat. Demikian diungkapkan sebuah publikasi yang beredar di jagad maya.
Nokia sendiri tengah bersemangat menggelontorkan biaya pemasaran untuk jajaran produk Windows Phone miliknya. Namun hingga kuartal empat tahun lalu, penujalan hanset Windows Phone belum bisa melampaui penjualan handset berbasis Symbian.
Dikutip dari PhoneArena, Rabu (12/6/2013), melalui laporan terbaru, perusahaan asal Finlandia itu berhasil mengapalkan 500 ribu unit ponsel Symbian.
"Memerlukan waktu 22 bulan untuk menelurkan produk baru berbasis Symbian, sedangkan dengan Windows Phone kurang dari setahun," terang Nokia.
"Di platform besutan Microsoft, kami tak perlu banyak waktu untuk memberikan pengalaman pada fotografi, peta, musik, dan aplikasi," lanjut produsen smartphone Lumia itu.
Meski banyak pihak yang menyalahkan profitabilitas Nokia dengan melakukan transisi ponsel ke Windows Phone, namun langkah ini agaknya mulai membantu Nokia bersaing dengan kompetitor. Bahkan Windows Phone berhasil mengambil posisi platform BlackBerry, di mana Nokia menjadi penyokong perolehan tersebut.
Seperti diketahui, Nokia sempat jaya dengan sistem operasi Symbian sebelum smartphone berbasis Android mengambil alih posisi pada kuartal akhir 2010 silam.
(Fetra Hariandja)