Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Global Warming Ancam Punahkan Panda

Yoga Hastyadi Widiartanto , Jurnalis-Rabu, 14 November 2012 |16:06 WIB
<i>Global Warming</i> Ancam Punahkan Panda
Panda (foto: Live Science)
A
A
A

BEIJING - Panda yang merupakan salah satu hewan paling disukai di Bumi, tidak aman dari ancaman global warming atau pemanasan global. Pasalnya, pemanasan global bisa membuat sumber makanan utama hewan ini menipis.

Dilansir dari Live Science, Rabu (14/11/2012), sebuah penelitian terbaru memprediksi bahwa peningkatan temperatur yang akan terjadi di China dalam beberapa tahun ke depan, dapat menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan bambu. Padahal, bambu merupakan satu-satunya sumber makanan bagi panda.

Panda akan bisa diselamatkan jika bambu dapat dipindahkan ke habitat yang lebih tinggi. "Ini hal yang sulit, tapi saya pikir masih ada harapan jika kita bertindak sekarang. Jika menunggu, kita bisa saja terlambat," ujar anggota tim peneliti, Jianguo Liu.

Para peneliti menggunakan berbagai model untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Perbedaan dari masing-masing model tersebut hanyalah pada derajat dan perubahannya.

Saat ini, panda liar umumnya hidup di taman cagar alam untuk melindunginya dari manusia. Namun  tanah yang ada di taman-taman cagar alam itu akan menjadi tidak cocok untuk menumbuhkan bambu jika temperatur naik.

Pemanasan global ini bukanlah satu-satunya hal yang mengancam keberlangsungan hidup panda raksasa, salah satu hewan yang paling sering dihantui kepunahan ini juga bisa terpojok oleh aktivitas manusia.

Di China, panda hidup dalam kebun binatang serta sentra-sentra pembiakan. Meskipun begitu, Liu tidak memprediksi ada masa depan yang cerah jika hewan-hewan itu kehilangan habitat alaminya. "Untuk bisa melindungi panda, Anda tidak bisa hanya menaruhnya di dalam sentra pembiakan atau kebun binatang," ujarnya.

(Yoga Hastyadi Widiartanto)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement