Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Foto Kawah Mars Ini Persis Lembah Unik di Meksiko

Ahmad Luthfi , Jurnalis-Rabu, 31 Oktober 2012 |08:00 WIB
Foto Kawah Mars Ini Persis Lembah Unik di Meksiko
Cuatro Ciénegas di Meksiko (Kiri) dan Gale Crater di Mars (Kanan) (Foto: Astrobio)
A
A
A

CALIFORNIA - Sebuah foto menampilkan pemandangan di planet merah, Mars yang serupa dengan lembah unik yang ada di Meksiko. Lembah bernama Cuatro Ciénegas ini bisa memberikan wawasan baru untuk ilmuwan terkait lokasi pendaratan robot penjelajah Mars (Curiosity), Gale Crater.

Cuatro Ciénegas merupakan lembah di Meksiko yang mirip dengan kawah Mars. Tim peneliti kini menganalisis bakteri yang telah bertahan dalam mata air sejak awal kehidupan di bumi.

"Cuatro Ciénegas merupakan hal yang luar biasa. Daerah tersebut mirip dengan Mars, yakni lokasi Gale Crater di mana Curiosity pernah menjelajah di area tersebut," ujar Valeria Souza, ekolog evolusioner di National Autonomous University of Mexico (UNAM), seperti dikutip Astrobio, Rabu (31/10/2012).

Robot buatan National Aeronautics and Space Administration (NASA) ini pernah singgah di situs Gale Crater dan mulai bergerak untuk menjelajah area di Mars. "Lanskap ini (Cuatro Ciénegas), merupakan rumah bagi gipsum yang dibentuk oleh api di bawah dasar laut," terangnya.

Para peneliti mengungkapkan, komponen belerang dari magma dan mineral dari laut (karbonat dan molekul dengan magnesium), diperlukan untuk membentuk gipsum. Pada lembah Cuatro Ciénegas Basin, magma di bawah dasar laut diketahui sangat aktif.

Dengan magma yang aktif tersebut, memungkinkan terjadinya perpindahan atau pergeseran benua selama Periode Jurassic. "Ini adalah superbenua Pangaea yang membuka sekira 200 juta tahun lalu, mendorong belahan bumi utara dari garis khatulistiwa saat ini," jelasnya.

Bila lembah Cuatro Ciénegas di Meksiko mampu diteliti dan mengungkap terjadinya pembentukan gipsum serta pergeseran benua sejak ratusan juta tahun lalu, pada kasus di Mars, ilmuwan masih belum bisa mengonfirmasi pergerakan tektonik di planet merah tersebut.

Akan tetapi, peneliti percaya bahwa terdapat meteorit besar yang pernah menabrak planet tersebut. Peneliti juga menemukan bahwa terdapat gipsum yang terdeteksi di Gale Crater. Ini menunjukkan bahwa air kaya mineral hadir di Mars dan belerang yang mampu membentuk gipsum itu, muncul akibat dampak dari meteorit yang menimbulkan kawah.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement