JAKARTA - Menghadapi era konvergensi yang sudah di depan mata, Bakrie Telecom (Btel) berharap bisa membangkitkan industri telematika lokal dengan memberikan peluang usaha bagi startup-startup lokal.
Itu diungkapkan CEO dan Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie kala memaparkan visi dan ekspektasi perusahaan pada acara 'Media & Technology Vision 2015' di Blitz Megaplex, Grand Indonesia Jakarta, Kamis (31/3/2011).
Seperti diketahui, revolusi komunikasi yang terjadi saat ini memang mendorong pergeseran kebutuhan manusia, di mana internet semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Munculnya berbagai perangkat pintar baru dengan ukuran yang semakin compact memungkinkan masyarakat selalu terhubung dengan dunia maya.
Anindya memperkirakan era konvergensi di Indonesia bisa terwujud pada 2015 mendatang. Namun untuk mewujudkannya tentu saja dibutuhkan upaya yang tidak gampang. Selain upaya-upaya dari pelaku industri telematika, banyak pihak lain yang harus dilibatkan demi mewujudkan wacana tersebut.
Atas pertimbangan itu, Btel pun berkomitmen mengalokasikan dana cukup besar untuk kemajuan startup lokal dalam menyambut era konvergensi. Tidak kurang dari Rp100 miliar telah disiapkan oleh Btel sebagai ‘dana inkubasi’ untuk para technopreneurs dalam kurun lima tahun ke depan.
"Untuk mewujudkan era konvergensi atau penggabungan total memang sebuah misi yang ambisius dan tidak mudah. Bukan hanya itu, upaya ini juga harus melibatkan banyak orang," ujar Anindya.
"Karena itulah Btel siap melakukan investasi cukup besar untuk perkembangan industri telematika lokal. Kami berharap dalam lima tahun ke depan semakin banyak startup atau UMKM dalam bidang telematika yang terbentuk," imbuhnya.
Anindya menilai saat ini startup lokal masih menemui kesulitan untuk memulai usaha mereka. Pasalnya, industri telematika Indonesia dikuasai oleh korporasi-korporasi besar yang telah lama berkecimpung dalam industri tersebut.
"Btel berharap agar dana inkubasi ini bisa membantu startup lokal mewujudkan ide-ide mereka ke dalam bentuk usaha. Untuk ke depannya, kami tidak ingin ada lagi ide-ide bagus yang terhambat masalah finansial," tutup Anindya.
(Defanie Arianti)