BEIJING - Cheng Jianping, seorang aktivis sosial di China terpaksa harus menjalani kerja paksa setelah dianggap melakukan provokasi melalui pesan Twitter. Padahal ia hanya meneruskan pesan yang ditulis oleh tunangannya, Hua Chunhui.
Perempuan berusia 46 tahun itu berkilah aksi ReTweetnya itu sebagai sebuah provokasi. Menurut keterangannya ia tak memiliki maksud apapun.
"Pesan itu hanyalah sebuah joke," kata Jianping, seperti dilansir BBC, Jumat (19/11/2010).
Diketahui ia telah me-Retweet komentar di Twitter yang mendesak demonstran nasionalis untuk menghancurkan paviliun Jepang di Expo Shanghai. Ia pun menambahkan kata-kata "Ini adalah bukti kemarahan kaum muda," tulisnya.
Bulan lalu, hubungan China dan Jepang memang sempat memanas setelah terlibat sengketa di Laut China Timur. Hubungan memburuk sejak peristiwa penahanan seorang kapten kapal nelayan China oleh penjaga pantai Jepang setelah kapal mereka bertabrakan di dekat pulau yang disengketakan di Laut China Timur. China menyebut pulau itu Diaoyu atau Diao-yutai, sedangkan Jepang menyebutnya Senkaku.
Perang antara Tweeps Jepang dan China pun terjadi di mikroblogging 140 karakter itu dan memicu komentar-komentar seperti apa yang dilakukan JianPeng yang memiliki akun @wangyi09.
Amnesty Internasional menilai JianPeng adalah warga negara China pertama yang menjadi tahanan karena satu pesannya di Twitter. JianPeng akan menjalani hukuman di kamp kerja paksa maksimal empat tahun.
Twitter memang ilegal di china tapi sebagian belum diblokir. Sebagian orang tetap menggunakannya untuk menghindari kontrol internet yang dilakukan China.
(Stefanus Yugo Hindarto)