MAKASSAR - Puluhan pengunjung warung kopi di Makassar berebut mengambil rekaman suara Anggodo yang pernah diputar di mahkamah konstitusi, untuk dijadikan ringtone di ponsel mereka.
Hal itu terlihat di sejumlah warung kopi di Makasar, seperti Warkop Daeng Anas di jalan Pelita Raya Makassar. Sejumlah pengunjung, baik itu aktivis LSM maupun jurnalis, saling berbagi rekaman rington Anggodo dengan menggunakan teknologi bluetooth. Usai berbagi mereka pun saling memperdengarkan rington tersebut.
Menurut Iwan Taruna, saat ditanya okezone, Senin (9/11/2009), salah satu pengunjung, dirinya mengambil rekaman suara Anggodo tersebut karena menilai hal itu merupakan salah satu cara untuk ikut menyuarakan antikoruspi di Indonesia, sekaligus untuk memberantas mafia peradilan, dan menegakkan hukum di Indonesia.
Hal serupa juga diungkapkan Ibnu, salah seorang aktivis LSM yang sebelumnya men-download rekaman suara Anggodo dari situs berbagi video YouTube, utuk kemudian dibagi-bagikan ke beberapa temannya.
Pria berusia 25 tahun itu mengaku akan terus membagikan rekaman tersebut kepada teman-etman yang berminat sebagai bagian dari langkah menyuarakan 'Kampanye Indonesia Bebas Korupsi'.
Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di warkop M-Coffee, di jalan A.P Pettarani, Makasar. Salah seorang pengunjungnya Abdul Wais mengaku tertarik menggunakan rington suara Anggodo untuk berpartisipasi dalam kampanye antikorupsi dan memberantas mafia peradilan di Indonesia.
Wais berharap agar Angodo dapat segera ditahan untuk memberikan rasa keadilan, khususnya di bidang hukum, karena perbuatannya.
(Sarie )