Menurutnya, pihaknya telah belajar banyak dari negara lain untuk bisa menghadirkan super app ini. Digadang-gadang super app nantinya membawa lompatan besar dan lebih advance dibandingkan super app yang sebelumnya dipelajari.
"Kita melompat dari sebuah proses. Misal Estonia dulu pelan pelan, kita kalau udah bisa lompat ya lompat aja. Hemat waktu jadi bisa lebih cepat. kalau kita belajar itu, belajar pengalaman dari negara lain itu mereka kelas 1-12, sementara kita lebih advance lagi gak perlu ngikuti mereka dari awal karena kita sudah cukup belajar," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)