JAKARTA - Pada arus mudik dan balik Lebaran 2024, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas, mulai dari one way, contraflow, hingga ganjil-genap. Pada penerapan contraflow ini tahun, terjadi kecelakaan beruntun hingga mengakibatkan 12 orang meninggal.
Agar hal ini tak terulang, perlu hati-hati saat berkendara di jalur contraflow. Berikut tips aman berkendara di jalur contraflow, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (12/4/2024) :
1. Pelajari Jadwal dan Titik Contraflow
Pengguna jalan tol perlu mengetahui jadwal dan lokasi contraflow. Pengguna jalan bisa mendapatkan informasi tersebut dari media sosial atau operator jalan tol. Sebelum lajur lawan-arah pasti sudah ada rambu-rambu yang dipasang.
2. Pintu Keluar Tol Tidak Terlewati
Umumnya, jalur contraflow pintu satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Jika pintu gerbang keluar tol sudah terlewat, perlu melanjutkan perjalanan hingga jalur contraflow berakhir dan mencari pintu keluar jalan tol berikutnya.
3. Persiapan di Lajur Kanan Sebelum Akses ke Contraflow
Ketika sudah mengetahui titik dan lokasi jalur contraflow, perlu mempersiapkan kendaraan di lajur kanan. Bersiap sekitar 2 km sebelum pintu masuk jalur contraflow agar tidak terlewat atau melakukan manuver mendadak yang berbahaya.
4. Atur Kecepatan Mobil
Mobil tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat di lajur lawan arah ini. Jika terlalu pelan, akan menghambat lalu lintas. Terlalu kencang juga berbahaya, mengingat berada di jalur mobil lain dari lawan arah. Idealnya, kecepatan kendaraan di jalur contraflow adalah 60 km/jam.
5. Jaga Jarak Aman
Pengemudi harus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Terapkan teori tiga detik untuk menjaga jarak aman. Dengan menjaga jarak aman, dapat membuat AutoFamily mengantisipasi segala kemungkinan.
6. Hindari Keluar Jalur Contraflow
Situasi ini akan membuat Anda langsung berhadapan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga memiliki tingkat bahaya tinggi. Apabila ada kendaraan yang keluar dari jalur contraflow ataupun sebaliknya, tentu sangat berbahaya.
7. Fokus
Metode safety driving perlu diterapkan selama melintasi jalur lawan-arah. Terutama jangan main ponsel atau hal yang mengalihkan perhatian. Fokus dan waspada dengan melihat ke arah depan, sisi kanan dan kiri lewat spion, dan sesekali melihat ke arah belakang.
Selain itu, pastikan pengemudi dalam kondisi prima dan tidak mengantuk. Tetap waspada saat berada di jalur contraflow. Pastikan pula penumpang tidak ada kebutuhan ke toilet dan bahan bakar mencukupi.
8. Mobil Prima
Karena hanya memanfaatkan satu lajur jalan dan tidak bisa kembali ke lajur normal, posisi mobil yang mogok akan langsung memblokade arus lalu lintas. Bahkan bisa berhenti total jika tidak ada solusinya.
Pastikan mobil dalam kondisi sehat sebelum memutuskan untuk masuk ke jalur ini. Jangan memaksakan untuk melewatinya kalau terdeteksi ada potensi masalah.
(Erha Aprili Ramadhoni)