Tulus menambahkan, terjadinya antrean akibat pengendara yang meminjam kartu e-Toll kepada pengendara lain saat saldo kurang. Hal itu akan menyebabkan jeda waktu bertransaksi dan berimbas ke sisi trafficnya.
Diketahui, pemerintah memprediksi sebanyak 193,6 juta orang akan melakukan mudik pada Lebaran tahun ini. Angka tersebut meningkat dibandingkan potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023, yakni 123,8 juta orang.
Rinciannya, sebesar 20,3 persen (39,32 juta) orang mudik menggunakan kereta api, bus 19,4 persen (37,51 juta), mobil pribadi 18,3 persen (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07% (31,12 juta).
(Susi Susanti)