Terdapat perbedaan dalam penyebutan angkot di berbagai daerah. Jakarta mengenalnya sebagai mikrolet, Surabaya sebagai bemo, Makassar sebagai pete-pete, Bandung dan Semarang sebagai angkot, Medan sebagai sudako, Malang sebagai angkota, Samarinda dan Bengkulu sebagai taksi.
Tarif angkot bervariasi berdasarkan jarak tempuh penumpang. Jalur operasi angkot dapat dikenali dari warna, kode kombinasi huruf dan angka yang tertera di badan mobil, bahkan jenis mobilnya dapat menjadi pembeda antara jalur satu dengan yang lainnya. (Muhammad Nurifan Anwar)
(Erha Aprili Ramadhoni)