“Sebenarnya fitur Vehicle to load memang tersedia di beberapa negara. Jadi biasanya dimanfatkan untuk pergi camping dan lain-lain sebagai pasokan listrik dari baterai mobil. Tapi di Indonesia belum terlalu dibutuhkan,” ujar Rifkie.
Sebagai informasi, Chery melalukan investasi sebesar Rp250 miliar untuk melakukan perakitan mobil listrik di Indonesia. Perusahaan otomotof asal China itu mengaku sudah mengantongo lebih dari 400 pesanan mobil listrik Omoda E5.
Dikatakan, pengiriman akan dilakukan saat peluncuran secara resmi dilakukan pada ajang IIMS 2024, Februari mendatang. Itu akan dilakukan dalam dua tahap, yang ditargetkan selesai pada Maret untuk konsumen yang melakukan pemesanan awal.
(Saliki Dwi Saputra )